Rabu, 04 Januari 2017

FLIM HEADSHOT REVIEW : Kolaborasi Dua Genre Yang Memikat

HEADSHOT REVIEW : Kolaborasi Dua Genre Yang Memikat


Kebrutalan dalam flim Martial Arts adalah sebuah indikator baru dari kualitas sebuah flim milik perfiliman nasional.Di poin inilah ada sebuah titik balik yang muncul didalam perfiliman nasional.Diawali oleh flim The Reid yang disutradarai oleh Gareth Evans, Flim ini menjadi sorotan banyak orang dan juga Perfiliman internasional.Kedigdayaan diakui oleh banyak pihak membuat perfiliman nasional setidaknya mendapat citra baru baik domestik maupun mancanegara

Karya The Mo Brothers pun ditunggu-tunggu oleh pengemarnya dan setelah flim keduanya Killers, The Mo Brother membuat sebuah proyek baru berjudul Headshot yang dirilis desember tahun ini.Pengemar The Mo Brothers menunggu proyek ini ,apalagi flim ini dibintangi oleh nama-nama seperti iko Uwais,Chelsea Islan ,Julia Estelle, dan masih banyak nama-nama besar lainya. yang terasa berbeda daru flim Headshot adalah bahwa karya flim ini dinaungi oleh rumah produksi Screenplay Infinite Flims yang sebelumnya memilik produksi flim yang berlawanan genre dengan flim ini.



Penonon mungkin akan was-was denangan siapa yang menaungi Headshot ini, Karena rekam jejak rumah pruduksinya yang sebelumnya hanya memproduksi flim-flim genre drama romantis.Tetapi, The Mo Brothers bisa berhasil melawan segala keminiman naskah yang menjadi sesuatu yang ditakutkan oleh pengemar atau penonton flimnya.Heanshot dikemas unik, menggagungkan dua genre yang berlawanan, tetapi menjadi suatu harmoni.
Naskah dari Headshot mungkin terlihat lemah, apalagi Headshot mempunyai dua genre yang saling bersebrabangan . Maka, yang bekerja dengan efektif adalah pengarahan dari dua sutadara yang melebur menjadi satu nama .The Mo Brothers berhasil menjadi Headshot sebuah Romance-Action yang terasa sangat pas .Dengan durasi yang mencapai 117 menit, Headshot semakin lama akan semakin mencengkram penontonya. Sehingga tanpa sadar, penontonya telah menghabiskan waktu yang cukum lama untuk mencari tahu siapa itu Ishmael, Karakter didalam flim ini.

Diceritakan bahwa Ishmael (Iko Uwais) adalah orang asing yang ditemukan ditengah lautan lepas di sebuah kota kecil. Ailin (Chelsea Islan) merawatnya di sebuah rumah sakit kecil dengan peralatan medis seadanya. Ishmael bisa bangun kembali. Hingga suatu ketika , Ishmael terbangun dan ingatanya benar-benar hilang, bahkan tentang siapa dia sesunguhnya.

Ailin berusaha untuk membuat Ishmael ingat akan siapa dirinya dengan membawanya ke tempat pertama kali di temukan, tetapi hal itu tak membuahkan hasil. sebelum akhirnya berhasil membuat ingatan Ishmael kembali, Ailin harus pindah tugas ke Jakarta . Di sana , Ailin akan berusaha mencari peralatan medis yang lebih baik agar bisa mengembalikan ingatan Ishmael. Tetapi, saat perjalanan menuju Jakarta, Bis yang ditumpanginya di serang oleh para pembunuh yang ingin meculik Ailin. Ternyata, pembunuh itu adalah salah satu bagian dari masa lallu Ishmael yang dia tidak ingat.



Bila dalam rumah Dara, The Mo Broters berusaha untuk menampilkan sebuah sajian flim THRILLER atau SLASHER yang menonjolkan kemasan secara visual. Di dalam Killers, The Mo Brothers berusaha untuk bercerita segala kompleksitas plotnya . Maka, didalam flim Headshot berusaha untuk menggabungkan kemampuan The Mo Broters didua flim sebelumnya. The Mo Brothers bisa membangun  dunia yang sengaja dibuat berbeda dengan realita yang ada. Dunia penuh kekacauan di dalam Headshot berhasil diceritakan dan berdampak pada keterikatan antara karakter dengan penontonya.

Muncul sebuah relevansi yang timbul antara karakter fiktif milik The Mo Brothers dengan penontonya. Dengan setting dunia yang dibuat jauh dari realita penontonya, yang terjadi adalah apa yang ada didalam flim Headshot lantas dibuat begitu menyakinkan. Apa yang membuat flim ini sengaja dibuat jauh dari realite adalah bagaimana warna didalam flim ini . Dibuat memiliki kekacauan lewat warna yang cenderung memiliki palette yang kuning gelap. waran inilah yang digunakan sebagai penanda atas tujuan dari The Mo Brother agar tidak terjadi pembiasan realita yang ada.Perpaduan naskah yang bersebrangan mungkin terlihat lemah, penuh akan plot klise tetapi Headshot punya cara untuk mengemas hal itu menjadi tambang emas. Menjadikan drama romantis itu memiliki alternatif cara untuk dikemas dan dinikmati.



Headshot bukanlah sebuah flim yang menawarkan aspek cerita yang baru bila disndingkan dengan flim-flim belahan dunia , terutama hollywood. Tetapi didlam perfiliman nasional yang masih memiliki pakem dan cerita "seksinya sendiri ,Headshot bisa dibilang punya sesuatu yang segar dengan menggunakan dua genre yang berbeda .Pun, hal itu tidak bisa dijauhkan dari keberhasilan Timo dan Kimo dalam mengarahkan naskahnya yang mungkin dianggap cukup lemah . The Mo Brotherts bisa membuat Headshot sebagai ladang emas lewat bagaimana cara dia bertutur dan membangun dunianya yang berhasil menyakinkan penononnya. Dengan begitu, penonton dapat mengikuti perjalanan Ishmael yang sedang mencari edintitas diri awal sebagai hingga akhir flim.